Seni adalah sebuah media yang biasa digunakan manusia untuk mengekspresikan sesuatu. Di dalam penggunaanya sedikit banyak menggunakan perasaan yang akan berpengaruh terhadap suatu pencapaian atau hasil karya seseorang. Menurut Ki Hajar Dewantara, “Seni yaitu segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia”. Dalam hal ini seni juga merupakan produk keindahan yang dapat menggerakkan perasaan indah orang lain yang melihatnya. Sebagian karya seni di antaranya memang sengaja diciptakan terutama untuk mengekspresikan kekuatan emosi dan perasaan senimannya. Dalam seni pula, perasaan harus dikuasai lebih dahulu, diatur dan dikelola sedemikian rupa untuk selanjutnya direpresentasikan menjadi sesuatu.

Representasi seni adalah upaya mengungkapkan kebenaran atau kenyataan semesta sebagaimana ditemukan oleh senimannya. Sejak munculnya seni di dunia Barat di Zaman Yunani kuno, ada dua kubu dalam melihat alam semesta, yakni cara pandang empiris yang diawali dengan filsafat Arietoteles dan cara pandang idealis yang dipelopori oleh Plato. Dua cara pandang ini terus hidup dan berkembang secara bersamaan atau dialektis sepanjang sejarah estetika di dunia Barat.

Sering kita mendengar istilah seni sebagai media ekspresi, apa yang dimaksud dengan ekspresi? serta bagaimana seorang seniman mengekspresikan perasaannya dalam karya seni? Senin 29 Maret 2021 “Muhadesta Menyapa” kembali hadir melalui akun instagram @muhadestaofficial dengan pemateri kita Bapak Yogi Achmad Faroka selaku Guru Seni Budaya. “Seni Sebagai media ekpresi” merupakan tema yang dibawakan Pak Yogi pada acara Muhadesta Menyapa. Dalam seni, perasaan harus dikuasai terlebih dahulu sebelum diekspresikan dalam wujud karya. Perasaan harus dijadikan objek, diatur, dikelola dan diendapkan sebelum diwujudkan atau diekspresikan dalam bentuk karya seni.

Darimana sumber perasaan yang diekspresikan muncul? Perasaan merupakan respon individu terhadap sesuatu diluar dirinya, yakni lingkungan sekitarnya, perasaan juga bersumber dari gagasan dan ide individu seorang seniman. Untuk mengekspresikan perasaan tersebut diperlukan keterampilan seniman dalam mengolah media untuk mewujudkan ekspresi tersebut secara lebih sempurna, semakin tinggi keterampilan seniman maka semakin sempurna pula kualitas perasaan yang diekspresikan tersebut, dan semakin tinggi kualitas ekspresi perasaan akan menjadikan bobot karya seni yang dihasilkan juga semakin tinggi.

Dilihat dari segi fungsinya seni merupakan sarana untuk mengobyektifkan pengalaman batin dan ekpresi sehingga dapat dikontemplasikan dan dipahami maknanya. Kondisi ini memberikan fungsi lain bagi seni yaitu sebagai media komunikasi yang bersifat simbolik melalui lambang-lambang komunikasi, seni mengekspresikan ide serta pengalaman rasa yang tidak dapat dikomunikasikan melalui media lain seperti bahasa dan matematika. Sekalipun bahasa juga merupakan media komunikasi simbolik, namun ekspresinya bersifat konseptual dan belum menampung dorongan ekspresi yang bersifat emosional yang justru menjiwai pola kehidupan manusia maka dari itu seperti yang di sampaikan oleh Pak Yogi dalam kutipannya yaitu “ Hidup itu seni terbaik sepanjang masa”.

 

Narasumber: Yogi Achmad Faroka, S.Pd.
Content Writer: Beti Rahayu, S.Pd.

INFO PPDB 2021/2022. Miss Lisa: 0856-5361-213

muhadestaBERITA SEKOLAHmuhadesta,muhadestajuara,muhadestamenyapa,SMP Muhammadiyah 2 depok
Seni adalah sebuah media yang biasa digunakan manusia untuk mengekspresikan sesuatu. Di dalam penggunaanya sedikit banyak menggunakan perasaan yang akan berpengaruh terhadap suatu pencapaian atau hasil karya seseorang. Menurut Ki Hajar Dewantara, “Seni yaitu segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa...