Pertama dalam sejarah sekolah dilaksanakan wisuda secara hybrid yang menggunakan model daring dan luring. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Acara bertambah menarik ketika wisudawan wisudawati diwajibkan mengenakan pakaian Adat Jawa. Kepala SMP Muhadesta, Hendro Sucipto, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa pakaian Adat Jawa merupakan simbol kebudayaan nasional yang harus dipelajari dan dipahami agar tertanam dalam kepribadian peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Hendro juga menyampaikan pada wisudawan wisudawati tentang pentingnya mempertahankan kebiasaan baik yang telah diajarkan di sekolah seperti salat wajib berjamaah, salat sunnah, dzikir, infaq, budaya tepat waktu, dan lainnya. Menurutnya kebiasaan baik itulah yang akan menjadi karakter alumni Muhadesta di tengah masyarakat. “Alumni Muhadesta diharapkan mampu menjadi teladan bagi semuanya terkhusus bagi generasi penerus yang bersekolah di almamater tercinta ini,” jelasnya.

Senada dengan Kepala SMP Muhadesta, Ketua PCM Depok, Jumiran, M.Pd.I mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan isi surah an-Nisa’ ayat 9. Dalam surah tersebut dijelaskan kekhawatiran adanya generasi muslim yang lemah pada masa mendatang. Lemah dalam hal ini berkaitan dengan aspek keimanan, keilmuan, dan ekonomi. “Karena anak-anak kita ini masih dalam proses pembiasaan karakter, maka tanamkanlah ibadah dan akhlak yang baik, niscaya kesuksesan akan menyertai. Ibaratnya adalah apabila kita menanam padi, maka rumput pun akan tumbuh, tetapi tidak mungkin terjadi jika yang dilakukan adalah sebaliknya” terangnya.

Pada acara tersebut diberikan penghargaan kepada siswa-siswi SMP Muhadesta yang berprestasi dalam kategori akademik maupun non akademik. Adapun prestasi akademik yang berhasil diraih adalah mendapatkan nilai sempurna dalam ujian ASPD untuk mata pelajaran Matematika dan IPA atas nama Tristan Pria Irawan. Sementara prestasi non akademik yang didapatkan oleh angkatan 2021 seperti juara 2 kaligrafi tingkat Kabupaten Sleman atas nama Rafly Wibowo, juara 2 menyanyi religi tingkat Kabupaten Sleman atas nama Ajie Nur Rahman, medali emas Ismu in English tingkat nasional atas nama Alexandra Queena, juara lomba roket air tingkat Kabupaten Sleman yang terdiri dari beberapa siswa, dan prestasi lainnya. (adiprana)

 

muhadestaBERITA SEKOLAH
Pertama dalam sejarah sekolah dilaksanakan wisuda secara hybrid yang menggunakan model daring dan luring. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Acara bertambah menarik ketika wisudawan wisudawati diwajibkan mengenakan pakaian Adat Jawa. Kepala SMP Muhadesta, Hendro Sucipto, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa pakaian Adat...