Di era globalisasi ini, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi. Hanya dalam satu genggaman, seluruh manusia di muka bumi kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi, mengakses gambar atau video, hingga pengetahuan baru tanpa celah. Beberapa media sosial yang kita gunakan karena kemudahannya adalah Instagram, Twitter, YouTube, Facebook, WhatsApp, dan lain-lain. Terkait dampak yang dapat ditimbulkan maka kita akan menemukan satu kenyataan bagai dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, yakni keuntungan dan kerugian. Sudah jelas dampak yang bisa kita tarik dari keuntungan adanya sosial media.

Tapi dampak buruknya? akan menjadi ancaman bahkan sudah terlanjur menjadi masalah.Yang kita saksiskan, orang memanfaatkan sosial media untuk saling menghujat, menjatuhkan, bahkan merendahkan martabat orang lain Terkait penyalahgunaan media sosial, pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan informasi elektronik yang memiliki muatan yang dilarang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, UU NO 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) perubahan dari UU NO 11 Tahun 2008.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa kabar berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” (QS Al Hujurat: 6). Pada hari Senin tgl 15 Februari 2021 Ibu Khotimatul Qoiriah, S.Pd. Guru IPS SMP Muhammadiyah 2 Depok menerangkan bahwa “Selalu pilah dan pilih sebelum memposting, jangan sampai postinganmu hari ini, akan memberatkanmu di akhirat kelak” dalam sebuah kutipan tersebut jelas terpampang bahwa kita harus selalu bijak dalam mermedia sosial serta selalu memilih dan memilah postingan yang akan kita share, kutipan tersebut disampaikan pada kegiatan “Muhadesta Menyapa” melalui akun instagram @muhadestaofficial.

Jika kita tidak membuka media sosial selama 30 menit atau bahkan sehari, tentunya kita akan merasa ada sesuatu hal yang kurang dalam kehidupan kita. Pasti akan timbul berbagai pertanyaan serta rasa penasaran terhadap informasi yang sudah kita lewatkan selama kita tidak membuka media sosial kita masing-masing. Media sosial tentunya juga tidak jauh berbeda dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan, memiliki dampak positif dan dampak negatif. Di masa pandemi saat ini, dampak positif dari media sosial sangat kita rasakan terlebih dalam bidang Pendidikan.

Proses kegiatan belajar mengajar yang terpaksa harus dilakukan secara daring akibat dari pandemi covid-19, menjadi lebih mudah dan sangat terbantu dengan adanya media sosial. Namun tidak bisa dipungkiri, selain sangat membantu dan berdampak positif dalam bidang Pendidikan, media sosial ternyata juga memberikan dampak negatif. Kegiatan belajar mengajar hampir semua dilakukan dengan media sosial, siswa cenderung lebih menggunakan media sosial untuk kegiatan lainnya, membuat diri menjadi lupa waktu dan kegiatan lainnya. Selain itu, pengguna media menjadi lebih emosi, karena ada informasi yang kurang tepat atau HOAX, dan adanya gagal paham dalam menerima informasi.

Oleh karena itu, agar kita dapat terhindar dari dampak negatif media sosial, tidak terjerat UU ITE, tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Berikut beberapa tips atau cara bijak dalam bermedia sosial:

  1. Berpikir sebelum memposting, Sebelum memposting sesuatu di media sosial, sebaiknya kita berpikir terlebih dulu terkait dengan dampak yang akan timbul setelah kita memposting suatu hal di media sosial.
  2. Pilah dan pilih sebelum memposting, Sebelum kita memposting suatu hal ke media sosial, alangkah baiknya jika kita memilah dan memilih terlebih dulu hal-hal yang akan kita posting. Kira-kira layak atau tidak kita memposting hal tersebut. Harus bisa membedakan mana yang bisa dijadikan konsumsi publik, dan mana yang hanya untuk koleksi pribadi, jangan semua hal kita posting di media sosial.
  3. Jangan membagikan informasi secara detail, Saat kita akan memposting sesuatu di media sosial, usahakan jangan membagikan informasi secara detail, misalnya kegiatan yang sedang kita lakukan, dimana tempatnya, dengan siapa, alamat rumah, nomor hp dan sebagainya. Cukup kita dan orang-orang yang terlibat saja yang tahu apa yang sedang kita lakukan, kapan, dan dimananya. Karena seperti yang sedang marak terjadi saat ini, banyak orang yang menyalahkan informasi dari postingan-postinngan di media social
  4. Ikuti akun-akun yang terpercaya, Ketika kita menggunakan media sosial, misalkan Instagram sebaiknya kita cek terlebih dulu akun- akun yang akan kita ikuti atau follow, agar nantinya kita melakukan kesalahan atau merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Seperti yang marak terjadi saat ini, banyak akun-akun yang kurang terpercaya dan justru menjerumus ke hal-hal yang negatif.
  5. Jaga etika dan sopan santun, Menjaga etika dan sopan santun dalam bermedia sosial sangatlah penting. Gunakan bahasa-bahasa yang sekiranya sudah biasa didengar, karena terkadang penulis atau pemosting dengan pembaca atau pendengar beda menerimanya. Posting atau unggah hal-hal yang sewajarnya saja, cerminkan bahwa diri kita adalah seorang pelajar. Berikan komentar-komentar yang positif tidak menyinggung SARA agar nantinya energi positif dari komentar kita Kembali ke diri kita.

Selalu pilah dan pilih sebelum memposting, jangan sampai postinganmu hari ini, akan memberatkanmu di akhirat kelak.

Terima kasih

Narasumber: Khotimatul Qoiriah, S.Pd.
Content Writer: Beti Rahayu, S.Pd.

INFO PPDB 2021/2022. Miss Lisa: 0856-5361-213

muhadestaBERITA SEKOLAHmuhadesta,muhadestajuara,muhadestamenyapa,SMP Muhammadiyah 2 depok
Di era globalisasi ini, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi. Hanya dalam satu genggaman, seluruh manusia di muka bumi kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi, mengakses gambar atau video, hingga pengetahuan baru tanpa celah. Beberapa media sosial yang kita gunakan karena kemudahannya adalah...